giovedì 4 marzo 2010

ruang sempit

ruang sempit hanya satu bilik kecil yang ada di rumah ini. tempat saya bisa duduk sendiri dengan pikiran menghimpit dan mencoba berpikir. saya sering berada di ruang sempit. tapi ga setiap waktu. tapi hari ini, saya menghimpit masuk pada celahnya, menekuk kaki dan berpikir.
ada yang bilang ga ada lagi yang musti dipikirin. gue juga tahu! emang udah telat kalo baru mau mikir sekarang. tapi hari ini ada banyak yang harus dipikirin ga cuma masalah antara saya dan saya, saya dan dia, saya dan kamu, saya dan sekolah, saya dan orang tua, dan saya dengan yang lainnya.
kesimpulan yang gue dapet dari pemikiran gue yang (gatau napa berasa) cetek belakang ini adalah:
  1. terlalu banyak hal yang terjadi di hidup gue dan itu kayak angin. seenaknya masuk seenaknya keluar, mereka ngomong gue bilang ya tapi besokan gue lupa. oke! hal pertama yang bakal gue lakuin adalah gue akan coba mendengarkan kata-kata orang di sekitar gue kayak Wilona (maaf ya belakangan ini kita sleg gara-gara gue nyanggah semua pendapat lo yang ternyata bener), Aji (maaf ya gue masih suka males ngerjain tugas yang lo kasih buat proker kita), Imu dan Jelom (maaf ya udah beberapa bulan ini gue ga senang-senang sama lo semua dan ga pedulian waktu lo berdua dengan serius bilang "som lo nin"), Anggita (chairmate maaf ya beberapa hari ini gue ngerebel ga ngerjain tugas yang udah lo ingetin), Afifah (maaf ya gue suka salah paham ngartiin kata-kata lo tentang proposal dilipat dan rincian dananya), Dhinda (maaf ya partner tercinta yang suka gue bikin repot dan ga mendengarkan suara rakyat dari lo mulai BUBLE sampe Dzikir Akbar), dan buat dia (maaf ya saya sering banget lupa, ga ngerti, ga paham, ga berubah, dan ga ngelakuin apa yang lo suruh), dan buat yang lainnya gue minta maaf udah bikin lo semua kecewa terutama mama papa gue.
  2. karena saya suka sesumbar dan sok tahu akhirnya saya berpikir untuk menyimpan sesuatu ke dalam ihwal yang lebih abstrak. gue memang ga akan berhenti menulis puisi atau tetek bengek lainnya. ya ga akan pernah (kecuali lagi stuck). tapi ke mana? tempatnya ruang sempit itu dan di sini di hati saya sendiri.
  3. gue akan memulainya dari awal lagi. dari sama sekali belum ada kenangan yang tercampur aduk dalam hidup gue yang bisa diketahui banyak orang. gue akan lebih tutup mulut dalam menjaga sebuah rahasia. gue akan ngedukung setiap perbuatan yang punya dampak positif yang dilakuin oleh temen-temen gue. gue bakal on-fire again setiap pelajaran.

gue punya alasan sendiri untuk menghapus semuanya. ga dengan nama kalian semua (itu udah tercatat dan tertanam). ya memang harusnya ga pernah sesusah ini untuk menghapus sekedar tulisan sebejibun. yang susah kalo koneksi internet ngadet-ngadet (ah bapuk nih modem gue). tulisan bisa dibuat lagi kapan aja, bisa dikasih liat kapan aja (ke kalian ke orang yang saya tuju), tapi kenangan (yaaahhh bener juga) cuma bisa dinikmati bersama pikiran dan hati ini ga sama orang lain yang ga tahu apa-apa.

ya dan selamanya gue cuma bisa jadi anak perempuan yang berharap ada orang yang bener-bener ngertiin gue dan pahamin gue. makasih

yang namanya akhir

"yang namanya akhir ya udah selese"

perjalanan

seorang gadis meminta diri untuk hadir dalam salah satu sisi kehidupan saya yang nista. dia bukan siapa-siapa. sama sekali tidak menarik, sangat-sangat sama dengan saya. tapi saya melalui banyak perjalanan yang selalu berbeda dengannya ketika bertemu dengan persimpangan.

saya ga pernah bisa jadi diri sendiri kalau sedang sama dia. saya selalu pengen ngayal. hingga mengkhayal menjadi hobi. hingga menumpahkannya dalam sebuah media menjadi kebiasaan. sehingga yang saya tahu banyak orang terganggu dengan sifat yang seperti itu.

kita coba mengenali gadis ini lebih jauh. lihat gambar itu... lihat jalanannya sampai pada titik terkecil. ya... dia hanyalah perjalanan yang titiknya tidak berujung. ibarat bilangan gadis ini adalah bilangan tak terhingga. saya ga tahu kenapa dia bisa muncul di pikiran saya setiap waktu sejak seseorang yang bernama **** ada di hidup saya. ya dan begitulah dirinya berakhir. sama akhirnya dengan dibangunnya sebuah benteng pemisah yang tinggi. sehingga saya menemukan ujungnya. dan dia menghilang di titik itu

kemudahan berbicara dan menjadikan seseorang kecewa

saya hanya ingin membagi ini mungkin sendirian. dengan saya dan blog saya (hehe), tidak terlalu berharap ada orang yang akhirnya akan baca dan berkata "wau ninta postingan terakhir lo tulisannya udah kecil, panjang, ga jelas lagi ngomongin apa". pastinya orang aja udah males bacanya. ini cuma sesuatu yang tiba-tiba muncul di otak saya yang mengkerut karena kelewat pusing.

bahwasanya saya sadar pasti matahari memang hanya ada satu di dunia ini. diperkuat setelah saya membaca (ya saya memang lebih suka membaca dibanding mendengar. pantesan nilai listening dan mendengarkan saya selalu jelek) uneg-uneg berbagai macam orang. dari yang mulai saya ga kenal sama sekali, yang cukup dekat dengan saya, yang saya kagumi, sampai yang saya sayangi. saya tahu matahari cuma ada satu dan akan sangat sulit hidup tanpa matahari. tapi saya ingat kata-kata seseorang yang selalu bersembunyi di balik otak kanan saya "matahari memang cuma hanya ada satu. tapi yang mampu bersinar ada berjuta-juta. bahkan beberapa bersinar selamanya tidak hanya setengah hari." di manapun di dunia ini. dunia yang kecil ini, sehingga yang mampu menghambat penemuannya hanya waktu dan keyakinan.

tapi apa yang saya tahu? saya cuma bocah sok tahu. ya saya yang selalu berusaha memungkiri bahwa saya percaya bahwa sepersekian detik lalu adalah kenangan, sepersekian detik saat ini adalah pelajaran, dan sepersekian detik yang akan datang adalah angan-angan. sehingga satu-satunya misteri yang saya pelajari adalah : waktu kehidupan.

jika diperbolehkan saya ingin mengingat kenangan. betapa banyak yang telah saya lewatkan dan sia-siakan. betapa banyak sakit hati yang didera banyak orang dan betapa banyak kebodohan saya. ini bukan renungan dalam hati orang yang baru menyakiti seseorang. ini renungan bodoh yang dibuat orang bodoh yang bangga jadi orang bodoh sehingga terus-terusan bodoh. (saya yakin orang yang baca ini makin kecewa sama saya) tapi apa sih? saya nulis kayak gini bukan karena ga ada artinya! saya nulis kayak gini karena saya pengen ngeluarin apa yang bikin saya bangun tadi sore sambil nangis dan langsung nge SMS wilona bilang "911 FOR WILONA KAULIKA. I REALLY NEEDS YOU HERE". ya dan Wilona menyelamatkan saya.

saya lagi-lagi lupa saya sudah hidup 16 tahun tanpa tahu artinya "esensi". tulisan ini pun tak beresensi. padahal yang ingin saya sampaikan cuma "SAYA CAPEK KAYAK GINI". saya capek jadi orang yang ga pernah tentu. yang ga tahu bahwa saya sangat bergantung pada matahari saya sampai lupa saya masih punya bulan, masih punya bintang, masih punya pantai, masih punya hutan, dan masih punya banyak hal. saya capek jadi orang yang cuma bisa nangis dan ga tahu apa alasannya. dan terlebih saya capek ga bisa ngilangin penyakit saya yang paling jelek SOK TAHU.

yang selalu saya sadari dan hal paling menyakitkan dalam hidup ini adalah... saya selalu jadi orang yang diiming-imingi dengan kata-kata "kado terindah dalam hidup". tapi beberapa di antara mereka menghempas kata-kata tersebut dan menggantinya dengan "satu-satunya kado yang tidak ingin saya miliki itu kamu". ya saya berharap matahari saya ga kayak gitu suatu hari nanti.

saya tahu suatu hari saya akan kehilangan matahari saya dan saya harus mencari yang lain. tapi dia matahari! ga ada yang bisa nyamain dia! makanya saya harus nyari lampu untuk menghilangkan kegelapan suatu hari nanti.

saya akan mencari senja... senja di mana semua akan tenang. debur ombak di pantai menjadi labuhan. dan lagu-lagu ballad yang saya dengar benar-benar memberi arti. ya suatu hari tempat di mana ada sebuah sinar yang benar-benar bersinar untuk selamanya. tempat di mana saya bisa mengerti dan dia bisa mengerti. tempat di mana saya benar-benar bisa mendengarkan dan dia bisa mendengarkan. tempat di mana tidak ada bisu tuli dan kepura-puraan. bukan tempat obral janji.

ya dan saya belajar hal yang saya ragu apakah saya punya nyali untuk menerapkannya. selalu ada orang yang selalu bilang "jangan sesumbar!"

mercoledì 3 marzo 2010

saya memulai dengan menulis A

APA YANG KAMU LAKUKAN KALAU LAGI BT????


apa aja boleh dehhh... saya mau nulis yang banyak sekali hari ini. ga peduli diomelin mama ga nyuci piring. ga peduli diomelin papa disuruh berhenti. ga peduli diomelin guru nyuruh ngerjain PR.

ada banyak imajinasi yang kelewat tumpah

aninta ekanila

ada yang kenal?
oh iya dia itu lho yang kemarin jualan es
ada yang kenal?
oh iya dia itu lho absen 3 xi sos 1
ada yang kenal?
oh iya dia itu lho yang sukanya teriak-teriak
ada yang kenal?
oh iya yang ga seru banget itu ya!
hahahahaha...! makasih

mudahnya untuk diam

lebih baik tutup kuping saja kalau tidak mau dengar
lebih baik tutup mulut saja kalau tidak mau bicara
lebih baik tutup hati saja kalau tidak mau merasa
sekarang apa?
lebih muda untuk diam kan...
kenapa harus bertanya mengapa?
kita lebih baik diam jika tidak tahu apa-apa